Tanya:
Assalamu ‘alaikum. Saya ingin bertanya, bukankah takdir seseorang telah ditentukan oleh Allah (hidup, masa depan, dan mati). Tapi apakah Allah juga menakdirkan seseorang masuk neraka karena sudah ditakdirkan mati dengan cara bunuh diri. Demikian pertanyaan saya, mohon dijawab supaya tidak hanya jadi angan-angan saya. Terima kasih. Wassalam.
Kamis, 01 Agustus 2013
Jumat, 31 Mei 2013
Tatacara Tayammum
Diperbolehkan bertayammum dengan setiap apa yang ada di permukaan bumi baik tanah yang berdebu, kerikil, kayu dan yang semisalnya berdasarkan keumuman firman Allah Subhaanahu wata’aala, :
فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ
“Maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik, sapulah mukamu dan tanganmu.
(An-Nisaa: 43)
فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ
“Maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik, sapulah mukamu dan tanganmu.
(An-Nisaa: 43)
Minggu, 05 Mei 2013
Pertanyaan Seputar Wudhu
Sabtu, 20 April 2013
Apakah mengangkat tangan saat berdoa merupakan sunnah yang dicontohkan Rasulullah?
Syeikh Ibnu al Utsaimin mengatakan bahwa mengangkat kedua tangan saat berdoa ada tiga macam :
- Apa yang terdapat di dalam sunnah, di sini disunnahkan mengangkat kedua tangan, seperti : doa meminta diturunkan hujan, jika seseorang meminta hujan didalam khutbah shalat jum’at atau khutbah shalat istisqa maka hendaklah dia mengangkat kedua tangannya, atau mengangkat kedua tangannya pada saat di Shafa dan di Marwah, mengangkat kedua tangannya di Arafah ketika berdoa, mengangkat kedua tangannya ketika jumrah ‘ula di hari-hari tasriq dan jumrah wustha sehingga di saat haji terdapat enam tempat (mengangkat kedua tangan di sini, pen) : pertama : di Shafa, kedua : di Marwah, ketiga : di Arafah, keempat : di Muzdalifah setelah shalat fajar, kelima : saat jumrah ‘ula di hari-hari tasyriq dan keenam : setelah jumrah al wustha di hari-hari tasyriq. Pada macam pertama ini, tidak disangsikan lagi bahwa seorang mengangkat kedua tangannya berdasarkan sunnah.
Rabu, 12 Desember 2012
Tipu Daya Setan
Imam Ibnu Qayyim rahimahullah telah menyebutkan bahwa permusuhan dan tipu daya setan terhadap manusia tercermin dalam tujuh tingkatan.
Pertama, kufur dan syirik serta memusuhi Allah dan Rasul-Nya. Jika setan berhasil melakukannya terhadap anak Adam, maka rintihannya akan redam dan merasa nyaman dari rasa lelahnya karena kekufuran dan kesyirikan merupakan hal pertama yang diinginkannya dari setiap hamba.
Pertama, kufur dan syirik serta memusuhi Allah dan Rasul-Nya. Jika setan berhasil melakukannya terhadap anak Adam, maka rintihannya akan redam dan merasa nyaman dari rasa lelahnya karena kekufuran dan kesyirikan merupakan hal pertama yang diinginkannya dari setiap hamba.
Senin, 26 November 2012
Kehidupan Ini adalah Sementara
| kehidupan-sementara.jpg |
مَا لِى وَمَا لِلدُّنْيَا مَا أَنَا فِى الدُّنْيَا إِلاَّ كَرَاكِبٍ اسْتَظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا
“Apa urusanku dengan dunia?! Tidaklah aku di dunia ini kecuali hanyalah seperti musafir yang bernaung di bawah pohon lalu pergi meninggalkannya.”
[H.R. At-Tirmidzi].
Minggu, 07 Oktober 2012
3 Pemuda Dalam Goa
Oleh: Dr. H. M. Baihaqy, Lc MA – Ketua Ikadi Surabaya
Tiba-tiba pintu goa tertutup, tepat dimulut goa terdapat batu besar yang menutup pintu goa. Tiga pemuda yang sedang istirahat dari perjalanan jauhnya itu terbangun secara serentak. Betapa diri mereka terancam tidak dapat keluar, dan segera berusaha menyingkirkan batu besar itu sekuat tenaga, namun sia-sia.
Tiba-tiba pintu goa tertutup, tepat dimulut goa terdapat batu besar yang menutup pintu goa. Tiga pemuda yang sedang istirahat dari perjalanan jauhnya itu terbangun secara serentak. Betapa diri mereka terancam tidak dapat keluar, dan segera berusaha menyingkirkan batu besar itu sekuat tenaga, namun sia-sia.
Langganan:
Postingan (Atom)